Merintis Jabar JATMAN Online
22/08/2025 16:02 WIB - Dodo Widarda
Mengembangkan platform media online, di dalam masyarakat digital merupakan sebuah kebutuhan mendesak. Salah satu alasannya karena adanya dominasi media sosial yang mengalihkan sumber informasi media cetak ke format media elektronik berbasis internet. Rintisan Jabar JATMAN Online dipengaruhi oleh alasan tersebut supaya \'tasawuf\' sebagai sebuah \'world view\' (dengan sudut pandang tasawuf melihat dunia) bisa menguatkan eksistensinya di tengah masyarakat serba digital sekarang.
Berbicara ikhtiar merintis Jabar JATMAN Online, tidak bisa lepas dari pembicaraan tentang NU Online yang sekarang telah berkembang sebagai portal berita media Islam moderat terbesar serta terdepan.
22 Tahun NU Online
11 Juli 2025 adalah sebuah tanggal bersejarah karena terkait dengan lahirnya NU Online 22 tahun yang lalu. Sebuah rentang perjalanan cukup panjang ketika konsistensi perjuangan diuji dalam kerja tak mengenal lelah di ruang redaksi serta bergulir dalam linearitas waktu. Saya yang berada di luar struktur NU Online, tapi punya sedikit pengalaman mengelola media cetak mahasiswa saat kuliah S1, bisa membayangkan kerja keras penuh taji dari sahabat-sahabat pengelola NU Online. Terkait dunia jurnalistik, media cetak atau online sama saja. Memerlukan kerja ekstra keras, militansi serta semangat juang yang tinggi karena memasuki "Dunia Tanpa Koma" seperti peran jurnalis dalam sebuah sinetron RCTI tahun 2006 yang lalu.
Berbekal dari visi serta militansi para pendirinya seperti Abdul Mun'im Dz serta Mohamad Syafi' Alielha (Savic Ali) warga NU dengan pandangan keagamaan khas kaum Nadliyin, telah merasakan berkah dari NU Online sebagai portal berita terpercaya, akurat, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat informasi. 22 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk mengukuhkan serta mengokohkan keberadaan NU Online, serta berhasil menyalip portal-portal lain yang membuat warga NU bisa lebih nyaman mengkonsumsi berbagai sajian di dalamnya.
Tentu saja ada semangat kerja tidak mengenal lelah dari seluruh sahabat awak media NU Online ini yang kini memiliki capaian prestasi sebagai portal keislaman terbesar di Indonesia. Sebuah pencapaian prestasi yang patut mendapatkan apresiasi tinggi, parallel serta linear dengan Nahdlatul Ulama sendiri sebagai Ormas Islam terbesar dengan 140 juta jamaah yang tersebar di seluruh Indonesia. Pasti pejalanan serta perjuangan itu sendiri sangat penuh liku-liku serta menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan. Tapi kegigihanlah yang membuat NU Online bisa bertahan sampai hari ini.
Merintis Jabar JATMAN Online
Untuk merintis JATMAN Jabar Online dalam naungan Idaroh Wustho Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu'tabaroh an-Nahdliyyah (JATMAN) Jawa Barat, selain menjadikan NU Online sebagai model pengembangan portal keislaman di kalangan kaum Nahdliyin, keberadaan JATMAN Online sendiri adalah model yang sudah ada di lingkungan sendiri. JATMAN Online adalah media yang diterbitkan oleh Idaroh Aliyah JATMAN dengan slogan "Media resmi Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu'taboh an-Nahdliyyah, organisasi yang anggotanya terdiri dari orang-orang yang mengamalkan thoriqoh." Jadi jelas, Jabar JATMAN Online berbeda portal keislaman yang ada di NU seperti NU Online, NU Jabar Online atau portal yang dikembangkan anak-anak muda NU seperti Alif.ID atau Islam.co. Pengembangannya mengacu pada JATMAN Online dengan segmen para pengamal thoriqoh di lingkungan Jawa Barat.
Para pengelolanya adalah para 'pengamal thoriqoh' mu'tabarah, serta dari sisi muatan rubrikasipun, baik untuk 'artikel' maupun 'berita' dan rubrik-rubrik lainnya adalah tentang tasawuf dengan thoriqoh sebagai sebagai amaliah praktisnya. Sajian artikel, berita serta bentuk-bentuk lainnya dalam sebuah portal khusus untuk Jawa Barat, masih tergolong langka. Padahal Jawa Barat, adalah satu 'gravitasi' penting bagi pengembangan serta penyebaran thoriqoh di Indonesia. Dalam catatan peneliti seperti Martin Van Bruinessen dalam kajian klasiknya "Kitab Kuning, Pesantren dan Tarekat" bagaimana Sunan Gunung Djati—seorang raja sekaligus mursyid tarekat di Cirebon, menyebarkan ajarannya dengan pengaruh yang bisa dirasakan sampai sekarang
Di Jawa Barat, thoriqoh-thoriqoh besar, sejak era Wali Songo sampai sekarang menemukan ladang persemaian yang sangat subur seperti Kubrawiyah, Syathoriyah, Naqsyabandiyah, Qodiriyah, Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, Idrisiyah, Tijaniah, dan lain sebagainya. Cirebon, Tasik, Garut, Cianjur, Purwakarta adalah kabupaten-kabupaten di Jawa Barat sebagai basis pengembangan tarekat dengan jumlah jamaah yang sangat besar serta telah diuji lewat perjalanan waktu panjang. Thoriqoh-thoriqoh besar eksis di daerah-daerah ini dan menjadi sumber yang tidak akan kering untuk ditulis entah sebagai bahan artikel, berita, termasuk video online.
Mengamati perkembangan yang ada di JATMAN Online, yang langsung terkonek kepada halaman beranda Facebook, JATMAN Jabar Online juga bisa diarahkan dengan pola yang sama. Konten JATMAN Online terdiri dari berita seputar kegiatan Idaroh Aliyah atau yang dihadiri pengurus Idaroh Aliyah, Dawuh dari Rais Ali seperti yang terbaru terkait pemasangan bendera merah putih, menjelang 80 tahun peringatan kemerdekaan RI, kemudian artikel, serta flayer untuk kegiatan-kegiatan penting yang diselenggarakan oleh Idaroh Aliyah.
Penutup
Dapat kita simpulkan dari uraian di atas. NU Online dengan sebuah konsistensi kerja yang luar biasa telah menjadi portal media keislaman terbesar di Indonesia. Spirit pengembangannya bisa menjadi dasar dari kerja JATMAN Jabar Online. Di lingkungan JATMAN, JATMAN Online dengan platform yang ada sekarang ini, bisa menjadi model JATMAN Jabar Online yang akan dilaunching, 23 Agustus 2025 di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 5 Purwakarta.[]